alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Minggu, 14 Agustus 2022

TAK PUNYA ORANG DALAM

 


Pelajaran Bahasa Prancis tentang karangan narasi memang mengasyikkan. Tugas pertama, para siswa harus membuat karangan narasi tentang cita-cita. Ada subtema yang harus ditulis di karangan tersebut yaitu: 

1. Perkenalan

2. Cita-cita

3. Cara menggapai cita-cita

4. Faktor pendukung untuk meraih cita-cita

5. Faktor penghambat untuk meraih cita-cita.

6. Cara mengatasi hambatan.


"Silakan mulai dikerjakan. Buat dulu dalam Bahasa Indonesia kemudian ditranslate ke Bahasa Prancis," seruku.


Semua siswa mulai mengerjakan tugas membuat karangan narasi. Suasana menjadi tenang. Masing-masing siswa berkonsentrasi pada pekerjaannya masing-masing.


"Pak, saya punya cita-cita menjadi p**is* tapi kok pesimis cita-cita itu bisa saya wujudkan," kata salah satu siswa tiba-tiba memecah keheningan.

"Nggak boleh pesimis. Semua harus diperjuangkan," kataku menasehati.

"Tapi hambatannya terlalu besar Pak," keluhnya.

"Kalau boleh tahu, apa hambatannya?"

"Nggak punya orang dalam Pak."


🤦‍♂🤦‍♂🤦‍♂

BERDIRI SAMA TINGGI



Hari ini, setiap dua siswa harus memperagakan dialog tentang "Souhaiter" (memberi ucapan harapan) dalam Bahasa Prancis.


"Giliran selanjutnya adalah Ayuk dan Mentari," seruku.


Dua anak itu, Ayuk dan Mentari (tentu saja nama samaran) segera maju ke depan kelas.


"Sebentar Pak," sergah Ayuk tiba-tiba kembali ke bengkunya dan melepas sepatunya.


"Kok sepatunya di lepas?" tanyaku.

"Biar sama tinggi Pak," jawab Ayuk yang tanpa sepatu dan hanya berkaos kaki kemudian menjejeri Mentari yang masih memakai sepatu. 


"Nih, sekarang sudah sama tinggi kan Pak," kata Ayuk sambil merangkul Mentari.


Sepatu mereka berdua adalah sepatu pantofel warna hitam yang ber-heel kurang lebih 2 cm. Kini memang keduanya terlihat sama tinggi.


"Baiklah. Kamu memang setia kawan dan berhati mulia Ayuk. Tidak mau temanmu terlihat lebih pendek darimu, kamu memilih untuk mengurangi tinggimu."


👏👏👏

BELIBET

 


"Ya Tuhan, nggak bisa Pak," keluh seorang siswa ketika kusuruh mengucapkan kata "felicitation" (selamat) dalam Bahasa Prancis dalam kompetensi 'Memberi Ucapan Selamat kepada Orang Lain'

"Kamu harus berusaha," seruku memberi semangat

"Aduh, lidah Jawa seperti saya nggak bisa ngomong Prancis Pak." 

"Pasti bisa. Teman-temanmu saja bisa," desakku.


Dia mencoba lagi.

"Fecilitationg," ucapnya pelan-pelan.

"Felisitasiong," tuntunku.

"Fesilisationg."

"Kebalik. Felisitasiong,"

"Fesisilationg. Susah Pak. Nggak bisa,"

"Coba pelan-pelan. Fe-li-si-ta-siong," ejaku pelan-pelan.


Nampak titik-titik keringat mulai muncul di wajahnya


"Nggak bisa Pak. saya menyerah saja. Toh saya nggak pernah ketemu orang Prancis." ujarnya.

"Siapa tahu ada orang Prancis datang ke sekolah kita," kataku.

"Ya biar teman-teman saja yang ngomong. Saya akan diam saja."

"Siapa tahu kamu ketemu orang Prancis tersesat di Batang."

"Nggak mungkin orang Prancis tersesat di Batang. Mustahil," sahutnya.

"Kalau kamu ke Bali. Ketemu orang Prancis. Terus dia nanya-nanya ke kamu."

"Saya tinggal pergi saja. Sudahlah Pak, jangan paksa saya belajar Bahasa Prancis," desaknya.

"Tapi Bahasa Prancis adalah bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Penting bisa berbahasa Prancis. Mumpung ada yang mengajari."

"Saya orang desa Pak. Lidah saya belibet kalau ngomong Prancis. Apa pentingnya sih Bahasa Prancis."

"Tapi jaman sekarang, dunia sudah semakin modern. Orang berkomunikasi tidak lagi terbatas. Antar negara, antar benua. "

"Nggak apa-apa saya tetap di desa, daripada saya harus belajar ngomong Prancis yang susah Pak," kata dia nampak putus asa.

"Kamu nggak pingin ke Prancis," tanyaku.

"Ya pingin. Pingin naik ke menara Eifel," jawabnya.

"Saya doakan kamu bisa ke Prancis." kataku.

"Amiiiin. Ya Allooh amiiiiin." jawab dia dengan penuh antusias.


Kedua tangannya diangkat ke atas. Lalu diusapkan ke wajahnya berkali-kali. Matanya berbinar-binar.


"Makanya belajar Bahasa Prancis."

"Iya Pak," jawabnya mantap.


"Ayo ulangi. Fe-li-si-ta-siong," tuntunku.

"Fe-li-si-ta-siong."

"Fesitilasiong."

"Fe-li-si-ta-siong."

"Felitisationg"

"Fe-li-si-ta-siong."

"Felisisationg."

"Fe-li-si-ta-siong."

"Felisitasiong."


"Tres bien," kataku sambil mengacungkan kedua jempolku.

"Horeeee," teriak dia kencang sekali dilanjutkan berselebrasi keliling kelas.


🏅🏅🏅🏆🏆🏆😘😘😘


*) gambar hanya pemanis (bukan buatan)

HOBI



Pagi ini, di kelas XI MIPA 1, para siswa mengulangi dialog tentang "Perkenalan" dalam Bahasa Prancis. 


Kutanya satu per satu nama, alamat, umur dan hobi. Untuk hobi, karena setiap siswa mempunyai hobi yang berbeda, maka kuberikan kosa kata tentang hobi: chanter (menyanyi), danser (menari), faire du sport (berolahraga), ecouter de la musique (mendengarkan musik, jouer de la guitare (bermain gitar), cuisiner (memasak) ecrire (menulis), dan lire (membaca).


"Anggun, quel est ton hobby?" (Anggun, apa hobimu?) tanyaku kepada Anggun (nama samaran ya)

"J'aime lire," (saya suka membaca) jawab Anggun dengan mantap.


Aku suka mendengar ada anak yang hobi membaca.


"Apa yang kamu baca? Buku pelajaran? Novel? Komik? Majalah?" tanyaku lebih lanjut.

"Saya sebenarnya tidak suka membaca. Saya suka memasak," jawabnya.

"Kenapa kamu memilih 'lire'? Bukan 'cuisiner'?" desakku.

"Karena lebih mudah mengucapkan 'lire' daripada cuzin..hmm. apa itu.. kuzine...ah...susah Pak," jawabnya dengan polos.


Dan aku hanya tepuk jidat.


🤦‍♂🤦‍♂🤦‍♂


*)gambar hanya pemanis.

URINOIR








Dari Semarang, aku dengan partnerku, Bu Arie, tiba di bandara Soekarno Hatta. Naik sebuah taxi online, kami menuju tujuan terakhir kami, sebuah hotel di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat untuk mengikuti PDT (Pre-Departure Training) dalam rangkaian kegiatan Australia-Indonesia Bridge School Partnerships Program.

Udara dingin di pesawat, bandara dan taxi yang kutumpangi membuat kandung kemihku terasa penuh. Tak tahan untuk segera buang air kecil, aku buru-buru menanyakan letak toilet ketika tiba di lobi hotel.

Mba resepsionis menunjukkan letak toilet dan aku setengah berlari menuju toilet. Aku memilih salah satu urinoir yang berjajar di toilet. Kutunaikan hajatku dengan sukses. Ada perasaan lega. Wajahku kembali ceria. Senyumku mengembang.

Namun aku bingung setengah mati usai menunaikan hajat. Tidak ada air. Air di urinoir tak keluar. Segi empat hitam di atas urinoir kutekan-tekan. Tetap saja air tak keluar. Sial. Wajahku kembali pucat.

"Cebok pakai apa nih?"

Mau pakai tissu, tissunya jauh tergantung di dekat pintu.

"Masa mau dioser-oserke ke tembok," batinku.

"Mas, ini urinoirnya rusak ya? Kok airnya nggak bisa keluar?" tanyaku kepada anak muda baru masuk yang juga akan menunaikan hajat sepertiku. Nampaknya dia petugas hotel karena seragamnya sama dengan Mba resepsionis.

"Itu pakai sensor Pak. Mundur sebentar nanti airnya keluar sendiri."

Kulakukan apa yang anak muda itu tunjukkan. Dan airnya keluar. Segera aku maju dan cebok. Kulakukan berkali-kali. Maju mundur. Maju mundur. Sampai *****ku bersih.

Sejak saat itu, aku belajar banyak tentang urinoir otomatis seperti ini.

Urinoir (berasal dari Bahasa Prancis) adalah tempat kencing bagi laki-laki yang biasa ditempel di dinding.

Ada dua jenis urinoir yaitu manual dan otomatis.

Urinoir manual mengeluarkan air untuk menyiram dan untuk cebok dengan memencet tombol yang terletak diatas porselin putih dan air keluar di seluruh sisi dalam urinoir dan melalui pipa kecil stanless stell.

Urinoir Otomatis bekerja dengan sensor yang mendeteksi keberadaan seseorang untuk mengeluarkan air. Ketika belum selesai buang air kecil di urinoir maka sensor akan menunda keluarnya air di urinoir.

Sepertinya urinoir ini diseting untuk orang yang ceboknya menggunakan tissu (seperti orang barat) atau bahkan nggak cebok. Karena air untuk menyiram akan keluar secara otomatis setelah orangnya pergi.

Lha kita kan terbiasa cebok dengan air.🤦‍♂🤦‍♂🤦‍♂

Maka, untuk mengeluarkan air, kita pura- pura pergi. Mundurlah sebentar sekitar  5 sampai 10 detik. Jangan lupa bilang "daaaghh". Mundur bukan berarti kalah. Kita mundur untuk menang. Jangan lupa sambil mundur, pegangi t*t*t kita dengan kencang supaya sisa air kencing tidak keluar dan koprat-kapret ke mana-mana. Ketika air di urinoir keluar, maka kita harus cepat-cepat maju sebelum air berhenti mengalir.

Apabila merasa belum bersih, maka ulangi tindakan di atas.

Repot kan menggunakan urinoir otomatis?

Tapi urinoir ini sudah ada di tempat-tempat umum di Indonesia: bandara, hotel dan sebagainya. Maka kita tidak boleh bosan memegangi t*t*t maju mundur. Atau kita pakai tissu saja, nanti di rumah kita bersihkan pakai air.

Rabu, 01 Juni 2022

OBAT

 

Jam dindingku menunjukkan pukul 20.00.


"Pa, udah jam delapan. Minum obat dulu." kata istriku.

"Satu jam lagi. Ma. Tadi pagi kan minum jam sembilan, " jawabku.

"Ini sudah malam lho Pa. Itu memang obat diminum dua kali sehari. Tapi tidak harus tepat 12 jam sekali. Nanti selak ngantuk lho," desak istriku.

"Dokter kan sudah kasih resep sesuai dengan perkiraan yang tepat. Penyakitku ini sudah diperkirakan akan KO selama 12 jam setelah dipukul pakai obat ini. Nanti setelah 12 jam dia baru mau siuman. Baru dipukul lagi pakai obat ini. Jadi efektif obatnya," jawabku.

"Oh gitu ya Pa?"

"Iya,"


Aku menunggu sampai pukul 21.00 sambil lihat youtube. Sementara itu, istriku sibuk menghangatkan sayur dan mencuci piring.


"Pa, sudah jam  sepuluh lho. Obatnya sudah diminum belum?" istriku mengingatkan. 


Aku kaget. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Wah telat nih.


"Tenang Ma. Ibarat kata nih. Penyakit ini baru pingsan selama 12 jam. Terus dia tersadar. Tengok kanan tengok kiri. Musuhnya nggak ada. Dia senang dong. Setelah satu jam, dia bangun sambil senyam-senyum. Padahal dia di-PHP-in. Tiba-tiba musuhnya datang dengan bogem mentahnya. Uh, pukulan ini sakitnya lahir batin. Tidak hanya fisiknya yang kena. Mentalnya juga. Lebih efektif Ma."


"Sakarepmu Pa,"

Selasa, 17 Mei 2022

KACANG KULIT GORENG




Kacang kulit goreng adalah oleh-oleh khas Purbalingga. Ada berbagai macam kacang kulit goreng: kacang kulit goreng biasa dengan rasa original, kacang kulit goreng asin dengan rasa asin yang lebih terasa dari kulit hingga isinya. kacang kulit goreng klethik dengan rasa lebih gurih dan tekstur lebih padat dan kemlethik.


Kacang open muncul belakangan seiring dengan ditemukannya open yang distribusi penjualnnya sampai ke Purbalingga.


Sedangkan kacang bawang, kacang atom, peyek kacang, dan gula kacang adalah varian lain dari cemilan kacang tanah.


Dulu, di setiap pertunjukan rakyat semacam wayang kulit, ebeg, tong setan dan pertunjukkan lainnya, penjual kacang kulit goreng muncul langsung dengan media penggorengannya berupa drum besar yang diputar di atas api dan menyediakan kacang kulit goreng hangat. Bahkan pembeli diperbolehkan membantu memutar drumnya.


Makan kacang kulit goreng asin lebih enak dimakan beserta kulitnya. Rasa asin dan gurih dari kulit sampai isinya bercampur dengan tekstur kulit kacang yang kasar dan sedikit sisa tanah makin terasa sensasinya di lidah.


Tak percaya? Coba saja. Pasti ada akan dibilang "nggragas".


*) Gambar adalah satu merk kacang kulit goreng yaitu "Mirasa", yang berdiri sejak tahun 1958.