alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2016

PERUBAHAN PARADIGMA GURU

 Dalam kegiatan Peningkatan Profesionalisme Guru yang dilaksanakan pada tanggal 30 Nopember 2016 di aula SMK N Kandeman, Kepala disdikpora Kab. Batang, Rahmat Nurul Fadilah, S.Pd., M.Si. menyampaikan materi tentang tujuan pendidikan yaitu terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Semua pendidik & tenaga kependidikan harus mengetahui dan memahami tujuan pendidikan.

Untuk mewujudkan tujuan ini, pria asli Purworejo ini  meminta seluruh pendidik dan ketenagapendidikan di Kabupaten Batang untuk merasa satu keluarga yang utuh, untuk menjadi kita (bukan aku dan kamu) demi memajukan pendidikan di Batang. Ibarat tubuh, satu anggota tubuh sakit, maka yang lain merasakan sakit. Untuk itu, setiap pendidik dan tenaga kependidikan harus saling menjaga dan tidak membuka aib yang lain. Beliau juga mengajak untuk membangun nilai: persaudaraan, persahabatan, kekeluargaan, gotong royong, tepo sliro, dan loyalitas.

Untuk membangun nilai ini diperlukan semboyan : “menjadi teladan bagi sesamanya /orang lain”. Caranya: 
  1. Tidak telatan
  2. Disiplin
  3. Mendidik sesungguhnya dengan hati
  4. Mengibaratkan siswa adalah anak kita
  5. Mengerjakan tugas dengan prestasi  yang terbaik
  6. Jangan korupsi waktu


Namun pendidikan juga bukan hanya tanggung jawab pendidik di sekolah. Peran serta orang tua juga harus ditingkatkan. Jangan sampai orang tua melepaskan tanggung jawab dan dipasrahkan sepenuhnya kepada sekolah. Orang tua juga dituntut untuk mendorong dan memberi contoh kepada anak untuk belajar. Anak belajar orang tua mendampingi. Orang tua harus membangun komunikasi dengan anak. Membimbing dan memonitoring anak harus setiap saat. Bangun komunikasi dengan orang tua. Bukalah kelas orang tua agar orang tua juga turut serta dalam meningkatkan pendidikan.


Pendidikan di Kabupaten Batang membutuhkan perubahan dan perubahan harus berangkat dari keyakinan, komitmen serta konsistensi dari sang “leader” dalam menginspirasi seluruh bawahannya melalui INOVASI, KETELADANAN dan MONITORING yang terus menerus.

Minggu, 16 Oktober 2016

PR

Alasan guru memberikan PR kepada siswa:

1.       Agar siswa belajar di rumah
2.       Agar materi pelajaran bisa dikuasai dengan baik.
3.       Membiasakan siswa mengulang kembali pelajaran
4.       Memupuk tanggung jawab
5.       Mewujudkan disiplin siswa
6.       Mengukur kemampuan diri siswa

Efek pemberian PR kepada siswa:
1.       Siswa rajin:
a.       Mengerjakan dengan baik.
b.      Rajin belajar walaupun tak ada PR.
c.       Tak pernah bermasalah dengan pelajaran
d.      Dijamin naik kelas.
2.       Siswa agak rajin
a.       Mengerjakan dengan baik.
b.      Belajar kalau ada PR (hanya untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang ada di PR)
c.       Kadang ada beberapa mata pelajaran yang remidi.
d.      Naik kelas.
3.       Siswa kurang rajin
a.       Tidak mengerjakan PR.
b.      Meminta contekan PR kepada siswa yang pintar atau sedang (via WA, BBM,fb, instagram, diphoto lalu disalin). Tidak paham dengan pertanyaan dan jawaban PR, yang penting menyalin jawaban.
c.       Tidak pernah belajar tapi kelihatan rajin belajar karena selalu mengerjakan PR.
d.      Banyak mata pelajaran yang remidi.
4.       Siswa malas
a.       Tidak akan minta contekan PR kepada temannya via medsos. Hemat pulsa dan kuota. Besok pagi, kalau sempat dia menyalin jawaban punya teman di kelas. Kalau lupa, dia sudah terbiasa dengan hukuman.
b.      Tidak pernah belajar dan kelihatan tak pernah belajar.
c.       Walaupun tak pernah belajar tapi dia pandai dan terlatih membuat surat pernyataan “akan selalu mengerjakan tugas”.

d.      Posisi aman untuk naik kelas hanya mengandalkan absensi yang lengkap dan mengikuti remidi seluruh mata pelajaran.

Minggu, 06 Desember 2015

FATWA MBAH MAIMUN



Firman Allah dalam surat al Baqarah ayat 174:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyi-kan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.

Imam Al-Ghazali juga mengatakan bahwa mengajarkan ilmu merupakan kewajiban agama bagi setiap orang alim (berilmu), maka seorang guru tidak boleh menuntut upah atas jerih payahnya mengajarnya itu. Seorang guru harus meniru Rasulullah SAW.yang mengajar ilmu hanya karena Allah, sehingga dengan mengajar itu ia dapat bertaqarrub kepada Allah. Demikian pula seorang guru tidak dibenarkan minta dikasihani oleh muridnya, melainkan sebaliknya ia harus berterima kasih kepada muridnya atau memberi imbalan kepada muridnya apabila ia berhasil membina mental dan jiwa. Murid telah memberi peluang kepada guru untuk dekat pada Allah SWT.

Bahkan, salah satu perbuatan mencuri yang halal adalah mencuri ilmu. Maka bagaimana mungkin, sesuatu yang dicuri saja halal, apalagi diminta, ya logikanya, harus diberikan. Tanpa Imbalan.  Ingat....tanpa imbalan.

Bagimana caranya? Aku sudah mendapat gaji bulanan dan tunjangan sertifikasi dan itu aku harapkan setiap bulannya. Aku mencoba membayangkan seandainya aku tak digaji sebulan saja atau tunjangan sertifikasiku tak keluar. Maukah aku? Ikhlaskah aku? Berat. Ikhlas menjadi guru tanpa mengharapkan gaji? Haruskah aku mengikuti saran dari Mbah Maimun?

“Kalau ada usaha sampingan, walaupun ada gaji bulanan, kan sudah bukan menjadi tuntutan, bukan menjadi harapan. Besok kalau usahamu sudah besar, gaji gurumu bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan, biar barokah,” jawab kyaiku ketika aku bertanya kepada beliau.

Mulai sekarang, dengan niat bulat aku buka usaha sampingan : jualan sprei dan tupperware.

Ayo.. dipilih dipilih.