alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar
Tampilkan postingan dengan label final. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label final. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2015

PENJURIAN (Lomba Menulis 6)

Pada pukul 23.00 WIB kami baru tiba di hotel Millennium. Gila...2 jam? Lebih lama perjalanan bandara-hotel dibandingkan Jogja-Jakarta. Ternyata benar kata televisi, Jakarta macet dimana-mana. 

Pagi harinya harus mengikuti acara final. Setelah sarapan, kami dikumpulkan di hall. Ada beberapa permainan dan diakhiri dengan menyanyikan jingle daihatsu. Inilah fungsi latihan menyanyiku selama berminggu-minggu. Aku bisa dengan pede turut berteriak menyanyikannya.

Setelah acara ini selesai, mulailah acara penilaian. Aku harus menghadapi 2 juri yaitu Lembu Wiworo Jati, seorang penyanyi, pemusik, pengarah seni, aktor Indonesia, direktor video musik dan iklan televisi, dan suaminya aktris Masayu Anastasia. (Wuih... lagi-lagi kejutan, aku ketemu artis). Juri yang satunya aku lupa namanya. Sepertinya seorang akademisi. Rambut dan dandanannya rapi. Bicaranya teratur. Umurnya sekitar 50-an. Maafkan aku Bapak karena aku telah melupakan Bapak. Mudah-mudahan Bapak membaca tulisan ini kemudian mendoakanku bisa menang lomba menulis lagi terus ketemu lagi dengan Bapak dan pada saat itu aku akan menanyakan kembali nama Bapak dan takan kulupakan lagi.

Dalam final tersebut, kami bertiga, aku, Tri Raharjo dan Nurkholis  harus menyanyikan jingle daihatsu. Sekali lagi, suaraku diuji. Tapi karena cuma diriku seorang yang berlatih, maka akulah yang menjadi vokalis tunggal. Dua temanku hanya tepuk-tepuk tangan mengiringi aku menyanyi. Dengan sukses, aku bisa menyanyikan lagu tersebut sampai selesai. Keringatku tak mampu dibendung oleh dinginnya udara AC. Juri bertepuk tangan. Aneh! Tapi dari raut wajahnya, nampaknya Lembu tertarik dengan suaraku yang jelas punya genre tersendiri dan belum ada penyanyi yang mempunyai suara sepertiku.


Selain menyanyi, aku juga harus menceritakan ulang cerita yang aku buat dengan lebih lengkap dan detail. (Ceritanya berupa cerpen yang belum aku upload di blog ini. Tunggu ya... sabar)


Ini photo di depan Juri.

MASUK FINAL (Lomba Menulis 3)

Hari demi hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulan telah berlalu. (Sebenarnya mau aku tambahkan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam...tapi terlalu panjang) Aku sudah melupakan “Lomba Menulis: Daihatsu Mencari Cerita tentang Sahabat

Pada bulan Nopember awal, aku menerima telpon dengan nomor tak dikenal dengan kode kota (021). Dari Jakarta, siapakah gerangan?

“Hallo...” kataku mengawali pembicaraan
“Hallo, Maaf Bapak. Apakah benar kami sedang bicara dengan Bapak Basuki Belanegara?”
“Iya, benar. Ini siapa ya?” tanyaku
“Kami dari daihatsu Bapak,”
“Daihatsu? Ada apa ya? Saya tidak pernah memesan mobil. Mungkin Anda salah sambung,” jawabku
“Maaf Pak. Bukan itu. Bapak pernah mengirimkan cerita tentang sahabat.”
Aku terdiam agak lama. Cerita yang mana? Pikirku
“Oh, iya. Yang lomba itu ya?” kataku
“Benar Bapak. Dari 12.000 cerita yang kami terima, Bapak termasuk salah satu dari 105 yang berhak mengikuti final lomba cerita tentang sahabat. Untuk itu Bapak kami undang untuk mengikuti babak final di Jakarta pada tanggal 23 Nopember 2012. Bapak juga berhak mendapatkan akomodasi berupa tiket pesawat pulang pergi serta menginap di hotel Millenium untuk 3 orang, untuk Bapak dan 2 sahabat Bapak yaitu Tri Raharjo dan Nurkholis. Untuk informasi tiket dan perjalanan nanti pihak Smailing Tour akan menghubungi Bapak untuk konfirmasi. Oh..ya, yang harus Bapak persiapkan untuk mengikuti final adalah Bapak harus bisa menyanyikan jingle daihatsu. Terima kasih Bapak. Itu info dari kami. Selamat Siang.”

Aku terdiam beberapa saat.

“Selamat siang,” kataku terlambat karena telepon sudah dari tadi berbunyi tuut..tuuut..tuut tanda sudah ditutup.

Aku tak menyangka, tulisan ringkasku tentang persahabatan ini masuk final. Dan yang tak terbayangkan adalah aku akan naik pesawat.

Aku segera menghubungi 2 orang sahabatku yang kebetulan berdomisili di Kebumen untuk bersiap-siap ke Jakarta. Beberapa hari kemudian, aku mendapat surat undangan resmi dan ditelepon oleh Samiling tour untuk mengirimkan fotocopy KTP kami bertiga via e-mail untuk mengurus tiket pesawat.

Tak lupa, aku meminta ijin kepada Bapak Kepala Sekolahku untuk mengikuti final lomba menulis ini.


“Saya minta ijin mengikuti final lomba menulis cerita di Jakarta. Sebenarnya bukan lombanya yang ingin saya tuju. Tapi Tiket pesawat ini, saya pingin sekali naik pesawat Pak. Boleh ya Pak.”